Ladu Khas Malangbong Garut

Posted by on Sep 10, 2019 in Jawa Barat, To Slide | 0 comments

Sejarah

Dahulu, kudapan tradisional Ladu disajikan hanya untuk suguhan acara-acara Keresidenan di Tasik. Pada tahun 1930-an Ladu dibawa oleh Ibu Musti’ah ke Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. Ibu Musti’ah ini terkenal merupakan orang yang ahli dalam membuat berbagai penganan tradisional seperti Wajit Bodas, Angleng, dan Ladu. Namun, pada saat itu kudapan Ladu inilah yang banyak diminati oleh masyarakat, sampai saat ini produksi Ladu masih bertahan. Maka dari itu, Ladu terkenal berasal dari Kecamatan Malangbong dan sudah menjadi oleh-oleh khas daerahnya.  Produksi Ladu Malangbong sudah 3 generasi yang mana sekarang dijalankan oleh cucu dari Ibu Musti’ah.

Asal nama Ladu sendiri terdapat 2 pandangan. Pertama, Ladu ini dulu dibuat di daerah dekat gunung yang bernama Gunung Ladu. Sedangkan yang kedua, kita orang Sunda mengenal kata Ladu ini dari ada yang namanya “Cau Ladu” yaitu Pisang yang sudah matang/masak, berarti ladu adalah masak/matang. Maka dari itu, dilihat dari proses pembuatan Ladu yang merupakan pencampuran bahan-bahan yang sudah dimasak, sehingga diberi nama Ladu.

Filosofi

Filosofi Ladu terbagi kedalam 3 bagian, yaitu:

  1. Bentuk

Ladu memiliki bentuk segitiga memanjang. Bentuk segitiga biasanya dikaitkan dengan bentuk gunung yang mana mengerucut keatas, hal tersebut berkaitan dengan konsep ketuhanan. Bahwa masyarakat Sunda mempercayai adanya Tuhan. Segala proses kehidupan harus berlandaskan pada perintah Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, bentuk segitiga juga berkaitan dengan peran dalam kehidupan bermasyarakat, yaitu Sang Rama, Sang Prabu, dan Sang Resi. Kalau di pemerintahan sekarang, ketiga peran tersebut seperti Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif.

  1. Bahan

Bahan utama untuk membuat Ladu adalah beras ketan. Ketan yaitu ngaraketan, raket, rekat, ngaraketkeun yang berarti merekatkan tali silaturahim, serta tidak memandang dan membedakan suatu golongan manapun.

  1. Proses

Segala proses pembuatan Ladu dalam hal ini terdapat proses pemanasan hingga pengadukan, yang berarti bahwa dalam menghadapi segala proses manis pahitnya kehidupan, manusia harus siap melaluinya.

Bahan baku

Beras ketan, kelapa, gula aren

Cara pembuatan

  1. Pertama-tama, beras ketan dicuci bersih, lalu ditiriskan, kemudian disangrai hingga berwarna kecoklatan
  2. Setelah itu, ketan sangrai tadi ditumbuk hingga halus, sisihkan
  3. Parut kelapa, sisihkan
  4. Siapkan wajan, panaskan gula aren hingga larut, lalu saring untuk membuang kotoran yang biasanya terdapat dalam gula tersebut
  5. Lalu panaskan larutan gula bersama kelapa parut, aduk hingga merata
  6. Angkat wajan dari atas api, kemudian masukkan tepung beras ketan tadi
  7. Aduk hingga kalis dan siap dicetak
  8. Cetak Ladu membentuk segitiga memanjang, baluri dengan tepung ketan agar tidak lengket.

Menghidangkan

Ladu disajikan sebagai suguhan dalam acara hajatan, lebaran, bahkan upacara adat sunda yakni upacara seba ciburuy. Ladu dihidangkan diatas piring, dapat dinikmati bersama teh hangat. Sedangkan Ladu untuk oleh-oleh biasanya dibungkus menggunakan kertas endog/kertas wajit/kertas minyak berwarna putih.

Mencicipi

Ladu memiliki bentuk segitiga, warnanya coklat kehitaman, teksturnya sedikit kasar, tidak terlalu manis, dan bagian luar yang dibaluri oleh tepung ketan lagi.

Pengetahuan gizi

Ladu mengandung kalori yang cukup tinggi dari gula, karbohidrat dari beras ketan, dan lemak dari kelapa.

Alamat Produsen Ladu Malangbong

No Produsen Nama Pemilik Alamat No Hp
1 Ladu Lestari Engkos K. K. Blok Kaum RT/RW.03/02 Malangbong 085320644978
2 Ladu Khalifah Muchyi Kp. Legok

RT/RW. 04/01 Malangbong

085287464516
3 Ladu Musti’ah   Blok Kaum RT/RW.03/02 Malangbong  
4 Ladu Nikmat Hj. Engkom

 

Kp. Kebon Kalapa

RT/RW. 01/01

Malangbong

081323246887